Senin, 22 Desember 2014

Hujan Berbayang

Hujan jatuh rinainya berbayang
Bulan sembunyi
Namun dia sembunyi di peraduan mentari

Sedang amis tercium dimana-mana
Gemerlap merah membara warnakan langit
Pertanda apakah itu?

Gelap pekat yang selimuti bumi
Seakan tak berasa
Indah wangi semesta
Tak lagi terasa
Kaki berpijak pada duri
salah melangkah jatuh begitu saja

Mati?
Tidak
Jelas belum
Masih hidup?
Entah
Tak ada yang tahu

Sesaat lagi hujan jatuh tak merinai
Bulan gelap tak perlu bayang
Hingga petang datang membayang
tak terlihat apa-apa

Hanya karena rahsa yang sempurna
semua gelap sirna
Semua kembali seperti semula
tegak berdiri menatap gemilangnya semesta
dan ibu pertiwi yang tersenyum penuh haru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untitle

Apa yang kau tahu ketika para dewata agung mengikat jiwa kita? Ketika mereka membuat hati dan jiwa milik kita saling terhubung selalu terh...