Hujan jatuh rinainya berbayang
Bulan sembunyi
Namun dia sembunyi di peraduan mentari
Sedang amis tercium dimana-mana
Gemerlap merah membara warnakan langit
Pertanda apakah itu?
Gelap pekat yang selimuti bumi
Seakan tak berasa
Indah wangi semesta
Tak lagi terasa
Kaki berpijak pada duri
salah melangkah jatuh begitu saja
Mati?
Tidak
Jelas belum
Masih hidup?
Entah
Tak ada yang tahu
Sesaat lagi hujan jatuh tak merinai
Bulan gelap tak perlu bayang
Hingga petang datang membayang
tak terlihat apa-apa
Hanya karena rahsa yang sempurna
semua gelap sirna
Semua kembali seperti semula
tegak berdiri menatap gemilangnya semesta
dan ibu pertiwi yang tersenyum penuh haru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar